Tanggapan Peserta V FGD: Masyarakat Adat Peran dan Masa Depannya

Dalam bangsa dan bernegara tergantung kepemimpinannya, sejauhmana membuat konsep perencanaan, program dan strategi komunikasi terpadu masyarakat adat ini dibuat. Sejauh mana sinergi dari seorang kepemimpinan membuat hubungan komunikasi internal dan eksternal di lingkungan antar kementerian terkait. Sejauhmana emosional dan rasional orang-orang di dalam kementerian itu.

Kami prihatin dan sedih sekali karena banyak masukan dari masyarakat adat seperti yang di Banten, Lebak, Pandeglang dan lainnya dengan berbagai info seperti gunung dan hutan “dijebol” untuk perusahaan asing. Infomasi problem ini membutuhkan transparansi dari kementerian pusat untuk mengajak diskusi masyarakat adat.

Kuncinya adalah komunikasi yang berdasarkan kejujuran, keterbukaan dan mencari solusi bersama. Jadi tidak boleh ada kepentingan apapun, dan bila ada harus jelas. Tanah adat ini merupakan yang sakral. Karena itu kita harus kembali ke sejarah. Adat ini adalah dasar norma dan etika peradaban suatu bangsa. Perilaku kemajuan suatu bangs dilihat dari adat ini.

Apapun ceritanya, kembali lagi ke pemerintah pusat, siap tidak diamanatkan tentang masyarakat adat dan solusinya.

Suria Ati Kusumah, Perwakilan Komunitas KALIRA

* Focus Group Discussion (FGD) bertajuk: “Masyarakat Adat Peran dan Masa Depannya“, Rabu, 27 Februari 2019 bertempat di Wisma Daria, Lt. 2 Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta SelatanĀ