Tanggapan Peserta IV FGD: Masyarakat Adat Peran dan Masa Depannya

Topik hari ini menarik karena selama ini masyarakat adat selalu dijadikan objek. Namanya digaungkan di mana-mana untuk kepentingan tertentu. Sangat tepat apabila hari ini kita mulai mempertanyakan bagaimana peran dan masa depannya. Apakah sebelum ini mereka punya peran? Peran mereka sangat besar dalam melahirkan nusantara ini.

Pemerintahan juga dimulai dari sana, yang dilembagakan menjadi pemerintahan. Tadinya semuanya adat. Kenapa sekarang ada masayarakat adat yang marah? Karena mereka tidak dilibatkan dalam menyiapkan regulasi-regulasi yang menyangkut kepentingan mereka. Mereka tidak diperhatikan, termasuk dalam bidang pertanahan. Mereka menyakini tanah itu milikinya.

Pasti mereka tidak pernah membantah jika undang-undang mengatakan bahwa itu milik negara. Dikuasai oleh negara, tanah, bumi, air dan isinya, mereka akui itu. Tetapi sejak jaman dahulu mereka sudah memiliki adat didalam mengelola tanah. Kapan mereka mulai marah?

Sebelum pemerintah mengintervensi lahan-lahan yang ada, mereka tidak miskin. Tapi ketika pemerintah masuk dengan kooperasi dan lainnya, mereka jadi miskin. Ini masalahnya, ada apa di situ?

Kita jangan memandang adat ini hanya sebuah ritual yang sangat tradisional. Karena pendapat yang muncul hari ini demikian. Kita sekolah ini sebenarnya makin jauh dari kampung. Kita belajar ilmu alam tapi kita tidak memahami alam dan sekitarnya. Dulu kekerabatannya sangat tinggi, tapi sekarang kurang.

Adat itu damai. Makanya berikan peran yang baik kepada mereka dan perhatikan keinginan mereka. Karena tidak ada keinginan masyarakat adat yang bertolak belakang dengan keinginan pemerintah.

Dr Murtalah, Perwakilan masyarakat Aceh

* Focus Group Discussion (FGD) bertajuk: “Masyarakat Adat Peran dan Masa Depannya“, Rabu, 27 Februari 2019 bertempat di Wisma Daria, Lt. 2 Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta SelatanĀ