Tanggapan Peserta 1 FGD: Masyarakat Adat Peran dan Masa Depannya

Menyangkut tentang adat, kami di Papua mengatakan bahwa adat (istiadat/budaya) paling penting. Karena kami disana itu banyak suku. Sukunya kurang lebih ada 200 suku. Tentu adat istiadat juga banyak.

Terkait tanah, kami di Papua paling bermasalah, terutama tanah-tanah yang digarap (oleh) masyakarat adat. Apabila orang dari luar yang mau mengolah, kami tidak diberikan kewenangan. Di Raja Ampat, pulau-pulau di sana yang mengelola orang luar. Kami masyarakat Raja Ampat walaupun kami sebagai raja pun tidak dianggap bahwa kami adalah orang yang ada di wilayah itu.

Kami sebagai pemegang hak ulayat mengurus ijin saja memakan waktu sampai dua tahun. Padahal saya sebagai raja. Karena kami ingin mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku di negara ini. Namun yang menghambat adalah pemerintah.

Kami menyadari memang kalau pulau tidak bisa dijadikan hak milik, tapi kami hanya minta tanah ulayat dijadikan hak guna usaha, juga tidak bisa. Kami juga tau batas-batas dimana hutan lindung, dimana cagar alam dan dimana hutan produksi. Kami mengikuti peraturan. Tapi ternyata kami sendiri sebagai raja mengurus ini selama dua tahun tidak pernah lolos.

Melalui pertemuan kita ini, kami minta kepada pemerintah pusat tolonglah Meurake daerah papua, terutama di Raja Ampat yang menonjol di sana adalah orang-orang luar yang jugamenguasai tanah adat. Karena mereka bekerjasama dengan pemerintah daerah. Jadi saya setuju ada yang bicara tadi bahwa masyarakat adat disingkirkan.

Kedua mengenai agama, kami di Papua dari nenek moyang kami bekerjasama antar umat beragama lebih mantap daripada di daerah lain. Karena sebelum ada agama, adat itu yang berlaku. Jadi, kami saling mendengar masukan dari semua kepala-kepala suku.

Kami senang bisa hadir di acara ini, maka kami mengajak tolonglah tengok Papua.

Arifin Ramadhan, Ketua Masyarakat Adat Raja Ampat

* Focus Group Discussion (FGD) bertajuk: “Masyarakat Adat Peran dan Masa Depannya“, Rabu, 27 Februari 2019 bertempat di Wisma Daria, Lt. 2 Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta SelatanĀ