Sambutan Ketua Pelaksana FGD: Masyarakat Adat-Peran dan Masa Depannya

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kami kehadiran Allah Subhanalah Wa Taala, pada kesempatan yang berbahagia ini, kami Dewan Pimpinan Pusat Aksi Bela Negara Republik Indonesia dapat melaksanakan Focus Group Discussion dengan tema Masyarakat Adat – Peran dan Masa Depannya.

Yang terhormat narasumber dalam hal ini utusan dari Kementerian Pertahanan RI Bapak Letkol Firdaus. Yang terhormat narasumber utusan dari Dewan Perwakilan Daerah RI Bapak Dr. Rahman Hadi. Kemudian narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI Bapak A Feri S Fudail, Terakhir Budayawan Bapak Agus Hans Satiabudi.

Dan sebenarnya kami juga mengudang Anggota Komisi II DPR RI, Ketua Panja Bidang Hukum. Namun beliau masih berada di Dapil

Yang terhormat seluruh pengurus DPP ABN RI, Ketua Umum Bapak Rudiwan Bahar dan seluruh jajaran pimpinan. Kawan-kawan dari L3ES, perwakilan dari utusan masyarakat Adat Papua, dari Aceh, dari Sumatera Barat, dari Kalimantan serta bapak/ibu para peserta FGD. Khusus kepada sahabat saya Mas Hendrajit, selaku Direktur Eksekutif Global Future Institute.

Sebagai kebanggaan bagi kita tentunya hidup di negeri yang dirahmati dengan beragam suku, karena di dalam suku itu ada beragam budaya, ada beragam adat dan kekayaan lainnya. Sebuah karunia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Hanya bangsa Indonesia yang paling memiliki keragaman itu. Tetapi dari sisi keragaman itu terkadang menyisahkan beberapa persoalan yang memang terkadang tidak setara dengan apa yang dicit-citakan. Padahal mereka sudah menyerahkan semua untuk kepentingan bangsa dan negara ini.

Atas dasar itulah kemudian ABN RI bersama Global Future Institute menganggas sebuah Focus Group Discussion dengan tema Masyarakat Adat – Peran dan Masa Depannya.

Karena kita tidak ingin saudara-saudara kita juga bagian dari NKRI ini tertinggal dengan persoalan-persoalan yang melingkupi dirinya. Lebih-lebih ketika jaman sudah mulai maju.

Aktor-aktor itu bukan hanya aktor-aktor chief namun non aktor juga mempengaruhi.  Maka itulah kemudian menjadi panggilan bagi kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Harapan kami tentunya kegiatan ini dapat memebrikan kontribusi pemikiran terhadap pemangku kepentingan, baik itu lembaga pemerintah, lembaga legislatif dan kawan-kawan di dunia akademik yang selama ini banyak berkecimpung pada advokasi terhadap masyarakat adat.

Tidak lupa kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang berkenan hadir meluapkan waktunya di tengah kesibukan hari ini.

Alhamdulillah kami haturkan kepada seluruh para narasumber yang berkenan hadir. Pada kesempatan ini tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan pers yang juga bisa hadir meliput kegiatan kami ini. Terima kasih juga kepada seluruh unsur yang telah membantu untuk kegiatan ini.

Mohon maaf atas nama panitia apabila ada hal-hal yang kurang berkenan.

wallahul muwaffiq ila aqwamit thariiq.

wassalamualaikum

warahmatullahi wabarakatuh

 

* Focus Group Discussion (FGD) bertajuk: “Masyarakat Adat Peran dan Masa Depannya“, Rabu, 27 Februari 2019 bertempat di Wisma Daria, Lt. 2 Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan¬†